News
Beranda » Berita » Soal Peraturan Baru Tekanan Ban MotoGP 2025 Akhirnya Marquez Buka Suara

Soal Peraturan Baru Tekanan Ban MotoGP 2025 Akhirnya Marquez Buka Suara

Soal Peraturan Baru Tekanan Ban MotoGP 2025 Akhirnya Marquez Buka Suara
Soal Peraturan Baru Tekanan Ban MotoGP 2025 Akhirnya Marquez Buka Suara

BIKERSEXPERT.COM – Dunia balap motor kembali dihebohkan oleh kontroversi MotoGP yang tak berkesudahan, kali ini berpusat pada peraturan baru tekanan ban MotoGP.

Pembalap top, Marc Marquez, akhirnya buka suara dengan memberikan pernyataan yang sangat detail.

Marc Marquez, yang kini sedang membela tim Ducati Lenovo dan merupakan pemuncak klasemen sementara pada musim balap 2025, menegaskan bahwa Ia sepenuhnya mendukung keberadaan aturan tekanan ban karena alasan keselamatan.

Namun, Ia meyakini bahwa hukuman yang dijatuhkan untuk pelanggaran tersebut saat ini terlalu berlebihan dan tidak sebanding dengan pelanggarannya.

Opini Marc Marquez ini bukan sekadar keluhan, melainkan didasari oleh pengalaman nyatanya di lintasan balap.

Perluas Jangkauan, IIMS Series 2026 Hadir dengan Konsep Sportainment Baru di Kota Besar Indonesia

Penerapan penalti tekanan ban MotoGP memang telah mengubah dinamika balapan dan menimbulkan masalah ban MotoGP yang serius bagi banyak pembalap, termasuk Marquez sendiri.

Peraturan ini, yang diinisiasi oleh Michelin untuk mencegah penggunaan tekanan ban yang terlalu rendah dan berbahaya, mengharuskan pembalap untuk menjaga tekanan ban depan agar tetap di atas batas minimum untuk setidaknya 30% dari total putaran dalam Sprint Race dan 60% untuk Grand Prix.

Tujuannya adalah untuk keselamatan, terutama mencegah risiko kerusakan ban yang bisa berakibat fatal, tetapi cara penerapannya justru menciptakan tantangan besar di lapangan.

Peraturan Baru Tekanan Ban MotoGP Diperlukan Strategi Unik dan Dampak Nyata di Lintasan

Marquez menceritakan bagaimana Ia dan timnya harus mencari strategi unik untuk mengatasi aturan ini.

Salah satu contoh paling mencolok terjadi pada Sprint Race di Brno lalu.

Transaksi IIMS 2026 Rp 8,7 Triliun Buktikan Industri Otomotif Masih Miliki Magnet Kuat Bagi Masyarakat

Saat memimpin balapan, Ia menerima peringatan dari dasbor motornya bahwa Ia terancam gagal memenuhi persentase minimum putaran dengan tekanan ban yang ideal.

Marquez mengambil keputusan berani yakni Ia membiarkan pembalap KTM, Pedro Acosta untuk menyalipnya.

Dengan mengikuti slipstream Acosta, Marquez berhasil meningkatkan suhu dan tekanan ban depannya, lalu dengan tenang merebut kembali keunggulan dan memenangkan balapan tersebut.

Strategi cerdas ini juga pernah dilakukan Marquez di Grand Prix Thailand di Buriram, di mana Ia membiarkan adiknya, Alex Marquez untuk menyalip sebelum kembali merebut posisinya.

Namun, strategi ini tidak selalu berhasil.

Konsep Sportainment IIMS 2026 Berhasil Ubah Wajah Pameran Otomotif Jadi Festival Gaya Hidup Sehat

Pengalaman di Qatar dengan Maverick Vinales menunjukkan kegagalannya, Marquez kehilangan posisi dan tidak bisa merebutnya kembali, yang berujung pada penalti pasca balapan karena tekanan ban motornya tetap rendah.

Laman: 1 2