Sementara itu, Zarco juga mengalami hal serupa, di mana Ia terus berupaya mencari batas motor dan menemukan set-up yang tepat.
Kesulitan adaptasi dengan motor, ditambah perubahan konfigurasi pada suspensi, disinyalir menjadi faktor di balik banyaknya crash yang Ia alami.
Kondisi ini membuat crash terbanyak MotoGP 2025 jatuh kepada mereka, dan menjadi bukti bahwa perjuangan mereka jauh lebih berat dibandingkan pembalap lain.
Perbandingan Crash Pembalap MotoGP dan Isu Kinerja Motor Honda
Angka crash Mir dan Zarco yang tinggi tidak hanya menjadi masalah personal, tetapi juga mencerminkan tantangan yang lebih luas yang dihadapi Honda sebagai pabrikan.
Perbandingan crash pembalap MotoGP menunjukkan bahwa Honda secara keseluruhan memiliki jumlah crash tertinggi kedua yaitu 38 kali di paruh musim, hanya berada di bawah Ducati yaitu 51 kali.
Namun, perlu diingat bahwa Ducati memiliki jumlah motor lebih banyak di grid.
Ini mengindikasikan bahwa motor Honda RC213V yang mereka kendarai masih kurang stabil dan kompetitif dibandingkan dengan motor-motor dari pabrikan lain, seperti Ducati dan KTM.
Keterbatasan pada motor memaksa pembalap untuk selalu berada di luar zona nyaman, yang berujung pada tingginya risiko terjatuh.
Hal ini tentu saja menguras fisik dan mental para pembalap, serta menjadi beban berat bagi tim teknis untuk segera menemukan solusi.
Situasi ini semakin memperjelas alasan mengapa Honda sedang berjuang keras untuk mengembangkan motor mereka di musim ini.
Daftar pembalap MotoGP paling sering jatuh yang dipimpin oleh dua pembalap Honda ini menjadi alarm keras bagi tim teknis untuk segera menemukan solusi.
Mir dan Zarco, sebagai pembalap profesional, tentu tidak ingin terus-menerus terjatuh.
Upaya mereka untuk terus memaksa motor hingga batas maksimal menunjukkan dedikasi, namun juga menggarisbawahi bahwa ada masalah mendasar yang perlu diselesaikan.
Crash terbanyak MotoGP 2025 menjadi cerminan nyata dari krisis performa yang dialami Honda di kejuaraan dunia ini, di mana pembalap-pembalapnya harus berjuang ekstra keras hanya untuk bisa bersaing di barisan depan, sebuah kondisi yang sangat tidak ideal.

