BIKERSEXPERT.COM – Perbandingan crash pembalap MotoGP pada paruh pertama musim 2025 menjadi bahasan yang cukup menarik, hal tersebut mengungkap fakta mengejutkan tentang performa beberapa pembalap.
Dengan 12 Grand Prix yang sudah berlalu, data statistik menunjukkan bahwa dua pembalap Honda yaitu Joan Mir dan Johann Zarco, menduduki peringkat teratas sebagai pembalap yang paling sering terjatuh.
Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pembalap-pembalap lain, bahkan jauh di atas para pesaing utama di papan atas klasemen.
Data ini menjadi bukti nyata bahwa Zarco dan Mir paling sering jatuh di antara seluruh pembalap yang ada di lintasan.
Kondisi ini memicu banyak pertanyaan tentang performa motor Honda RC213V yang mereka kendarai.
Statistik crash MotoGP 2025 ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan besar yang dihadapi kedua pembalap dalam upaya mereka untuk bersaing di level tertinggi.
Zarco dan Mir Paling Sering Jatuh di Antara Pembalap Lain
Berdasarkan data yang tercatat hingga akhir seri balapan ke 12, statistik crash MotoGP 2025 menunjukkan bahwa Joan Mir dari tim Repsol Honda dan Johann Zarco dari tim LCR Honda sama-sama mencatat angka 15 kali terjatuh.
Angka ini menempatkan mereka di puncak daftar pembalap MotoGP paling sering jatuh.
Jumlah crash ini cukup mengkhawatirkan, terutama jika dibandingkan dengan pembalap lain yang memiliki motor lebih kompetitif.
Sebagai contoh, Alex Marquez (Ducati) dan Brad Binder (KTM) berada di posisi ketiga dengan 13 kali jatuh, sementara sang pemuncak klasemen, Marc Marquez (Ducati), hanya terjatuh sebanyak 8 kali.
Perbedaan mencolok ini tidak hanya menunjukkan konsistensi pembalap, tetapi juga menyoroti masalah yang mungkin ada pada motor yang digunakan pembalap.
Baik Mir maupun Zarco telah memberikan komentar terkait frekuensi crash yang mereka alami.
Mir mengaku sering kali harus mengambil risiko lebih besar dengan berkendara secara super agresif di tikungan hanya untuk bisa menempel para pembalap Ducati.
Gaya balap ini, yang dipaksakan oleh keterbatasan performa motor, sering kali melewati batas kendali, terutama saat ban depan kehilangan grip.

