Para marshal ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus pengecatan saat ajang MotoGP 2024 dan terbukti mampu mengerjakannya dengan baik sesuai standar internasional.
“Putra-putri NTB yang menjadi marshal volunter sudah sangat berpengalaman, pada MotoGP 2024, mereka berhasil membuktikan diri mampu menangani pengecatan lintasan dengan sangat baik”, jelas Priandhi.
“Kami percaya mereka kembali bisa menjalankan tugas ini secara profesional”.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa MGPA tidak hanya fokus pada penyelenggaraan acara, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Ini adalah perawatan sirkuit Mandalika yang holistik, di mana kualitas sirkuit dan kualitas SDM sama-sama ditingkatkan.
Konsistensi ini menjadi bukti bahwa Mandalika tidak hanya siap menyambut ajang motorsport kelas dunia, namun juga memiliki komitmen dalam meningkatkan standar profesionalisme.
Pemberdayaan putra-putri daerah NTB dalam setiap aspek teknis menunjukkan komitmen MGPA untuk menjadikan Mandalika bukan sekadar arena balap, tetapi juga pusat pembelajaran dan peningkatan kualitas SDM lokal yang terus berkembang.
Dengan dilakukannya pengecatan ulang setelah ARRC 2025, sirkuit Mandalika jelang MotoGP 2025 akan kembali tampil prima, siap menyambut rangkaian event internasional selanjutnya dengan standar tertinggi.
Selain dari sisi teknis balapan, MGPA juga memastikan adanya dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Event ini dirancang sebagai ajang sportainment, yang menggabungkan olahraga balap dengan hiburan berkualitas.
Sebagai penutup rangkaian balapan ARRC Seri Ke-4, pada tanggal 31 Agustus 2025 akan digelar festival musik “Mandalika Suka-Suka” yang menampilkan artis ternama.
Festival ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi panggung penting bagi para pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk kuliner, kerajinan tangan, dan karya kreatif mereka.
Harapannya, sirkuit Mandalika jelang MotoGP 2025 ini akan menjadi simbol keberlanjutan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Lombok.

