Sport
Beranda » Berita » MotoGP Assen 2025: Ban, Sang Penentu Utama Nasib Balapan

MotoGP Assen 2025: Ban, Sang Penentu Utama Nasib Balapan

MotoGP Assen Belanda 2025 Sprint Race
Sprint Race MotoGP Assen Belanda 2025

BIKERSEXPERT.COM – Jelang balapan utama MotoGP Assen Belanda 2025, sesi pemanasan pagi hari menjadi ajang krusial bagi para pembalap untuk melakukan penyesuaian terakhir.

Secara mengejutkan, Alex Marquez (Gresini Ducati) berhasil memuncaki sesi singkat ini, mengungguli kakaknya, Marc Marquez (factory Ducati), dalam sebuah penampilan impresif yang semakin memanaskan persaingan di grid.

Namun, di balik hasil warm-up ini, semua mata tertuju pada satu aspek vital yakni strategi pemilihan ban, yang diprediksi akan menjadi penentu utama nasib balapan di sirkuit Assen.

Dengan suhu lintasan yang meningkat dan jarak balapan yang lebih panjang dibanding Sprint Race, keputusan ban menjadi pertaruhan terbesar bagi setiap tim.

Strategi Ban Krusial di MotoGP Assen: Menentukan Nasib Balapan Utama

Fokus utama dari sesi pemanasan ini, melebihi perebutan waktu tercepat adalah pada pemilihan ban untuk Grand Prix yang berjarak penuh dan akan berlangsung di suhu lintasan yang lebih panas.

Suzuki DR-Z4SM di IIMS 2026 Menjadi Primadona Baru Pecinta Supermoto Indonesia

Pada Sprint Race hari Sabtu, seluruh pembalap secara seragam memilih kombinasi ban lunak di depan dan belakang.

Namun, dengan jarak balapan yang dua kali lipat lebih jauh dan peningkatan suhu aspal, kompon ban yang lebih keras kini menjadi pertimbangan serius.

Data dari sesi warm-up memberikan gambaran penting tentang preferensi ban para pembalap teratas.

Sebagai contoh, Alex Marquez memilih ban depan lunak berusia sembilan lap dan ban belakang medium baru, sementara Marc Marquez menggunakan ban depan keras berusia tujuh lap dan ban belakang medium baru.

Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo memulai sesi dengan kombinasi ban depan keras baru dan ban belakang medium baru, menunjukkan eksplorasi mereka terhadap opsi kompon yang lebih tahan lama.

Keberhasilan Kolaborasi IIMS 2026 Buktikan Kekuatan Ekosistem Otomotif Nasional

Menariknya, ban depan medium, yang seringkali menjadi pilihan sulit, tidak ada yang menggunakannya di sesi ini.

Beberapa pembalap mungkin memilih ban depan keras untuk menghemat ban depan lunak terakhir mereka untuk balapan utama nanti, sebuah taktik yang juga digunakan oleh poleman Fabio Quartararo di Sprint Race sebelumnya.

Keputusan ban ini akan sangat memengaruhi daya tahan dan kecepatan pembalap sepanjang puluhan lap MotoGP Assen Belanda 2025.

Dominasi Alex Marquez dan Persaingan Saudara

Setelah meraih posisi runner-up di belakang sang kakak Marc Marquez, pada Sprint Race hari Sabtu, Alex Marquez menunjukkan tekad yang luar biasa dengan memimpin sesi warm-up pada Minggu pagi di Sirkuit Assen.

Pembalap Ducati Gresini ini, yang akan memulai Grand Prix dari baris terdepan, berhasil mencatatkan waktu tercepat dalam sesi 10 menit tersebut.

Penghargaan Motor IIMS 2026 Diberikan sebagai Apresiasi untuk Inovasi Terbaik

Laman: 1 2