News
Beranda » Berita » Modus Pencurian Kabel SPKLU: Biaya Perbaikan Bisa 50 Kali Lipat dari Nilai Tembaga Curian!

Modus Pencurian Kabel SPKLU: Biaya Perbaikan Bisa 50 Kali Lipat dari Nilai Tembaga Curian!

Modus Pencurian Kabel SPKLU: Biaya Perbaikan Bisa 50 Kali Lipat dari Nilai Tembaga Curian!
Modus Pencurian Kabel SPKLU: Biaya Perbaikan Bisa 50 Kali Lipat dari Nilai Tembaga Curian!

Fenomena pencurian tembaga ini bukan hal yang baru, sebelumnya juga telah menimpa infrastruktur lain seperti layanan kereta api (Eurostar), wind farms dan lokasi konstruksi, namun kini merambah ke sektor EV yang krusial.

Dampak Pencurian Infrastruktur EV dan Upaya Peningkatan Keamanan Stasiun Pengisian

Dampak pencurian infrastruktur EV ini sangat luas dan merugikan berbagai pihak.

Pertama, pengendara kendaraan listrik akan kesulitan mencari stasiun pengisian yang berfungsi, menyebabkan ketidaknyamanan dan kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety).

Kedua, operator SPKLU menanggung kerugian finansial yang sangat besar akibat biaya perbaikan dan hilangnya pendapatan selama stasiun tidak beroperasi.

Kerugian ini pada akhirnya bisa diteruskan kepada konsumen dalam bentuk tarif pengisian yang lebih tinggi atau justru memperlambat laju pembangunan dan perluasan jaringan SPKLU baru.

Perluas Jangkauan, IIMS Series 2026 Hadir dengan Konsep Sportainment Baru di Kota Besar Indonesia

Ini jelas menghambat target penggunaan kendaraan listrik secara keseluruhan.

Selain itu, tindakan pencurian ini juga menciptakan persepsi negatif di mata publik terhadap keandalan infrastruktur EV.

Ada pula risiko keselamatan yang sangat tinggi bagi para pencuri sendiri, mengingat kabel yang mereka potong mungkin masih dialiri listrik bertegangan tinggi yang mematikan.

Untuk mengatasi tantangan ini, upaya peningkatan keamanan stasiun pengisian menjadi prioritas.

Operator seperti InstaVolt telah mulai menerapkan berbagai langkah proaktif.

Transaksi IIMS 2026 Rp 8,7 Triliun Buktikan Industri Otomotif Masih Miliki Magnet Kuat Bagi Masyarakat

Langkah tersebut diantaranya yaitu penggunaan “pelindung kabel” yang diperkuat Kevlar untuk membuat kabel lebih sulit dipotong, serta integrasi teknologi SmartWater forensik yang dapat melacak asal usul tembaga curian.

Pemasangan pelacak GPS pada komponen penting dan pengerahan petugas keamanan juga menjadi bagian dari perlindungan stasiun pengisian daya ini.

Selain itu, ada dorongan kuat agar pengisi daya EV diklasifikasikan sebagai infrastruktur vital, yang akan memungkinkan penegak hukum memberikan perhatian dan perlindungan lebih serius.

Kolaborasi antara operator, penegak hukum dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.

Konsep Sportainment IIMS 2026 Berhasil Ubah Wajah Pameran Otomotif Jadi Festival Gaya Hidup Sehat

Laman: 1 2