Ia juga menambahkan, “Liberty bisa membantu kami membuka pintu dan mereka bisa membantu kami mendapatkan studi kasus yang sangat baik dari apa yang telah mereka lakukan dengan properti lain, tetapi kami harus menundukkan kepala dan melakukan pekerjaan.”
Fokus kedua adalah optimalisasi di ranah digital.
MotoGP akan menargetkan audiens yang lebih muda melalui konten di media sosial, platform streaming dan format digital inovatif.
Mereka berencana untuk membuat konten yang lebih pendek, menarik dan mudah dibagikan, yang akan menampilkan sisi kepribadian para pembalap dan kehidupan mereka di luar trek.
Hal ini merupakan langkah penting untuk menjangkau generasi yang tidak lagi hanya menonton siaran televisi konvensional.
Mereka juga berjanji untuk meningkatkan kualitas produksi siaran, dengan sudut kamera yang lebih sinematik, grafis yang lebih informatif dan narasi yang lebih dinamis.
Tujuannya adalah membuat setiap balapan terasa seperti tontonan yang tak bisa dilewatkan.
Presiden dan CEO Liberty Media, Greg Maffei, bahkan menyebut MotoGP sebagai produk yang luar biasa, namun mengakui adanya area tertinggal yang akan mereka targetkan.
Perubahan MotoGP oleh Liberty Media: Menuju Era Global yang Lebih Populer
Perubahan MotoGP oleh Liberty Media juga akan mencakup peningkatan pengalaman di sirkuit.
Mereka berencana untuk menghadirkan acara pendukung yang lebih menarik dan interaktif, serta fasilitas yang lebih modern dan nyaman untuk para penonton.
Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap aspek MotoGP, baik yang dilihat dari layar maupun secara langsung di sirkuit, menawarkan pengalaman premium yang tak terlupakan.
Mereka akan meniru model F1 dalam menciptakan festival balap yang tidak hanya dinikmati oleh penggemar hardcore, tetapi juga menarik keluarga dan penonton kasual.
Dorna Sports di bawah Liberty Media akan bertindak sebagai lokomotif untuk menjalankan semua rencana ini, dengan bimbingan dan investasi dari pemilik baru.
Akuisisi senilai €4,2 miliar atau sekitar Rp79,8 triliun, dengan kepemilikan 84% oleh Liberty Media, telah meningkatkan ekspektasi bagi MotoGP untuk meniru pertumbuhan komersial F1.
Dorna mencoba mengambil langkah serupa F1 dengan meluncurkan seri Ultimate di Amazon Prime, namun dihentikan setelah satu musim.
Maffei secara eksplisit menyatakan bahwa MotoGP tidak memiliki basis penonton yang seimbang di seluruh dunia seperti F1 dan ini adalah salah satu area yang akan mereka kembangkan secara agresif, terutama di Amerika Serikat.
Mereka akan bekerja sama dengan para promotor lokal untuk mengadakan balapan di lokasi-lokasi yang strategis dan membangun basis penggemar di sana dari nol, mirip seperti yang dilakukan untuk F1.
Tujuan akhirnya adalah menjadikan MotoGP bukan hanya sekadar olahraga, melainkan sebuah merek gaya hidup global yang dinamis dan modern, yang mampu bersaing dengan merek-merek olahraga besar lainnya di dunia.
Dengan kombinasi inovasi digital, strategi pemasaran yang agresif dan peningkatan pengalaman penggemar, masa depan MotoGP di tangan Liberty Media terlihat sangat menjanjikan.

