BIKERSEXPERT.COM – Masa depan MotoGP di tangan Liberty Media sedang memasuki era baru yang sangat dinantikan.
Setelah akuisisi mayoritas saham Dorna Sports di bawah Liberty Media, para penggemar dan pengamat balap bertanya-tanya, apa yang akan terjadi pada kejuaraan motor paling prestisius ini?
Liberty Media, yang sukses besar mengubah Formula 1 menjadi fenomena global, kini membawa visi dan strateginya ke MotoGP.
Misi utamanya sederhana yaitu membuat MotoGP lebih besar, lebih mudah diakses dan lebih menarik bagi audiens baru, tanpa menghilangkan esensi balapan itu sendiri.
Ini adalah tantangan besar, mengingat MotoGP sudah memiliki basis penggemar yang loyal, namun belum mencapai daya tarik sebesar F1 di mata publik global.
Akuisisi ini bukan sekadar pergantian kepemilikan, melainkan sinyal dimulainya transformasi besar-besaran.
Liberty Media melihat potensi besar pada MotoGP, yang mereka anggap sebagai permata tersembunyi di dunia balap.
Dengan pengalaman mereka di F1, mereka yakin bisa memoles dan mempromosikan kejuaraan ini ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Inilah mengapa masa depan MotoGP di tangan Liberty Media menjadi topik yang sangat menarik dan patut untuk diikuti, khususnya dari sisi bisnis dan pemasaran.
Masa Depan MotoGP di Tangan Liberty Media: Menggandeng Penggemar Baru dengan Konten Digital
Salah satu pilar utama dari strategi Liberty Media untuk MotoGP adalah membuat olahraga ini lebih mudah dipahami oleh penonton baru.
Dan Rossomondo selaku Chief Commercial Officer Dorna, secara terbuka mengakui bahwa MotoGP tertinggal dalam hal eksploitasi sisi bisnis kejuaraan.
Meskipun menjadi seri balap motor terpopuler kedua di dunia, MotoGP memiliki relatif sedikit sponsor yang terikat langsung dengan kejuaraan.
Hanya ada beberapa sponsor jangka panjang seperti BMW, Tissot, DHL dan Michelin, dengan penambahan terbaru seperti Qatar Airways dan Estrella Galicia.
Di sisi lain, Formula 1 di bawah kepemilikan Liberty Media sejak 2017 telah menarik banyak merek besar, baik yang berorientasi pada konsumen maupun bisnis.
Liberty Media akan berupaya menyederhanakan narasi, menyoroti drama dan persaingan antar pembalap, serta membangun cerita di balik layar yang lebih menarik.
Ini adalah pendekatan yang sama suksesnya ketika mereka mengenalkan serial Drive to Survive di Netflix yang berhasil menarik jutaan penonton baru ke Formula 1.
Pendekatan ini bukan hanya soal menayangkan balapan, tetapi juga soal membangun narasi yang emosional dan personal di sekitar para pembalap.
Rossomondo menekankan bahwa mereka harus berfokus pada “sisi non-endemis dari bisnis kemitraan”.
Ia mengatakan kepada Blackbook Motorsport, “Kami sangat baik dalam industri otomotif, tetapi saya harus melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk membuat merek-merek lain berkata, Saya ingin menggunakan MotoGP untuk memasarkan produk saya.”

