Selama kurang lebih empat bulan, Vulla melakukan penyesuaian intensif pada beberapa bagian motor.
Penyesuaian tersebut diperlukan untuk menyesuaikan tampilan seperti stoplamp, headlamp, dan bentuk rangka.
Ia melakukan penyesuaian tersebut untuk menunjang sisi futuristik dari konsep yang ia usung.
Yano Sunny, perwakilan Mooneyes yang hadir di Kustomfest, mengungkapkan kekaguman mendalam pada karya HDRP.
“Saya sangat terkejut melihat karya tiga peserta dengan basis motor Honda Stylo 160,” kata Yano Sunny.
Ia menambahkan, “Saya sangat mengapresiasi pilihan juri, karena motor pemenang ini berani menampilkan hal yang berbeda.”
“Mereka melakukan eksekusi dengan standar tinggi. Selamat berkompetisi di acara kami di Jepang,” lanjutnya.
Dukungan AHM dan Pembinaan Mentor Andal
General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM), Andy Wijaya, mengatakan gelaran HDRP merupakan momen berharga.
Momen tersebut menjadi wadah berbagi aspirasi peserta dengan mentor modifikasi yang berpengalaman.
Apresiasi yang diberikan Mooneyes atas karya yang terlahir pada projek ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi AHM.
“HDRP merupakan bentuk dukungan atas tumbuhnya dunia modifikasi sepeda motor di Indonesia yang berkarakter,” ujar Andy.
Ia berharap apresiasi dari ajang bergengsi dunia ini memberikan semangat untuk menginspirasi masyarakat.
Para peserta dari HDRP ditantang sejak Juni 2025 untuk mewujudkan karya modifikasi sesuai impian mereka.
Dalam pengerjaan modifikasi ini, para peserta mendapatkan kesempatan belajar langsung dari mentor modifikasi andal.
Mentor-mentor tersebut melibatkan Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycles, Ajus Mulyawarman dari AMS Garage, Kengo Kimura dari Heiwa MC dan Yayack Lekha dari Queenlekha Choppers.
Mereka juga mendapatkan pendampingan dari tim teknis AHM.
Selain aspek tampilan, peserta harus memastikan hasil karya yang aman dan nyaman saat berkendara
Dua peserta HDRP lainnya, Yusa Firdaus dan Lutvia Fasichin, juga menghasilkan karya yang tak kalah menarik.

