-
Memeriksa kondisi filter udara. Jika lembap atau berlumpur, bisa jadi air pernah masuk.
-
Periksa baut dan logam sekitar mesin apakah terdapat karat yang mencurigakan.
-
Dengarkan suara mesin saat dinyalakan—jika ada suara tersendat atau tidak normal, bisa jadi mesin pernah kemasukan air.
5. Kondisi Karet dan Segel Rusak
Karet pintu, jendela, dan bagasi bisa rusak jika terendam lama. Periksa apakah segel longgar, mengelupas, atau tak lagi rapat. Pada bagian mesin, karet pelindung di area sulit dijangkau juga harus dicek.
6. Sisa Lumpur atau Pasir di Bagian Tersembunyi
Kotoran dari banjir seperti lumpur dan pasir kerap tertinggal meski telah dicuci. Periksa bagian tersembunyi berikut:
-
Di balik karpet dasar
-
Celah pintu
-
Kolong dashboard dan sela-sela kabin
Jika ada sisa lumpur kering atau pasir halus, itu pertanda mobil kemungkinan pernah terendam.
7. Panel Instrumen dan Tombol Dasbor Bermasalah
Kondensasi pada panel speedometer, indikator menyala terus, atau tombol yang lengket bisa menjadi sinyal gangguan akibat air. Coba semua fitur dashboard, termasuk sistem entertainment, untuk memastikan fungsinya normal.
8. Rem dan Suspensi Tidak Optimal
Komponen di bawah kendaraan seperti suspensi dan rem rentan karat akibat genangan air. Pastikan untuk:
-
Melihat kondisi suspensi apakah ada karat
-
Mencoba sistem pengereman saat test drive. Rem yang berdecit, lambat merespons, atau terasa licin bisa jadi akibat kerusakan setelah banjir
Mobil yang pernah terendam banjir bisa mengalami penurunan performa secara drastis dalam jangka panjang. Maka, pemeriksaan menyeluruh wajib dilakukan sebelum memutuskan membeli.
Jika Anda kurang yakin dengan kondisi kendaraan, sebaiknya gunakan jasa inspeksi profesional atau bawa ke bengkel terpercaya. Langkah ini akan membantu menghindari pembelian yang merugikan secara finansial maupun keselamatan berkendara.

