Ramadhipa mencoba bertahan dengan tiga pembalap di depan, tetapi tidak mudah sehingga Ia tertinggal.
Bersaing sendiri di posisi keempat, Ramadhipa semakin terpisah dari tiga pembalap di depan sekaligus para pembalap di belakangnya, ditambah hujan yang mempengaruhi lintasan.
Dia hampir melakukan kesalahan di lap ketujuh yang membuatnya bergoyang hebat di atas motor, tetapi Ia bisa melakukan penyelamatan dan bertahan.
Tak berselang lama, pembalap di urutan kelima mengalami highside dan akhirnya balapan dihentikan setelah bendera merah keluar.
Ramadhipa finish di posisi empat dan meraih 13 poin penting dengan total 73 poin.
Kini ia berada di peringkat keempat klasemen.
Perjuangan Poin Perdana Veda Ega Pratama JuniorGP dan Optimisme Masa Depan

Aksi Veda Ega Pratama di JuniorGP 2025
Tidak hanya M. Kiandra Ramadhipa, pembalap binaan Astra Honda lainnya, Veda Ega Pratama JuniorGP, juga menunjukkan semangat juang yang tinggi di ajang FIM JuniorGP World Championship.
Balapan JuniorGP berlangsung di lintasan basah karena hujan yang belum pernah dihadapi Veda sebelumnya.
Jumlah lap pun dikurangi menjadi 10, saat lap pertama berjalan, tiga pembalap sudah terjatuh.
Veda yang memulai jalannya balapan dari posisi ke-12 melakukan start dengan aman.
Pembalap Astra Honda Racing Team tersebut berada di belakang rekan satu timnya Zen Mitani, dengan konsisten.
Memasuki lap ke-8, bendera merah berkibar setelah ada pembalap terjatuh di tikungan 13.
Balapan akhirnya dihentikan lebih awal.
Atas hasil finis di posisi ke-12, Veda berhak meraih empat poin dan saat ini berada di posisi ke-19 klasemen sementara.
Veda mengungkapkan, “Balapan hari ini sulit karena kondisi basah yang membuat lintasan jadi sangat licin. Saya mencatat peningkatan lap demi lap dan saya sudah melakukan yang terbaik. Inilah hasil yang kami dapatkan di Magny-Cours, tetapi paling tidak kami meraih poin perdana musim ini di JuniorGP. Kami akan berjuang lagi di MotorLand agar bisa meraih hasil lebih baik sebelum jeda musim panas,”.
Pernyataan Veda menunjukkan mentalitas pantang menyerah dan tekadnya untuk terus berkembang.
General manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan capaian bersejarah dan poin penting yang diraih oleh pembalap binaan Astra Honda merupakan wujud kerja keras serta kemampuan adaptasi yang mereka miliki.
“Meskipun baru pertama kali balapan di Prancis, kedua pembalap binaan kami mampu beradaptasi cepat, kompetitif, bahkan mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Semoga semangat Satu Hati yang mereka tunjukan bisa menginspirasi generasi muda dalam memperjuangkan mimpinya,” ujar Andy.
Hal ini menunjukkan bahwa investasi AHM dalam pembinaan pembalap muda telah membuahkan hasil yang membanggakan.
Putaran FIM JuniorGP berikutnya akan berlangsung pada 24-27 Juli 2025 di MotorLand Aragon, sirkuit yang sudah dikenal oleh kedua pembalap tersebut.
Namun, sebelum berangkat ke Spanyol, Veda dan juga Ramadhipa akan turun pada putaran kelima Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Sachsenring, Jerman, 12-13 Juli mendatang.
Jadwal padat ini menunjukkan dedikasi mereka dalam mengembangkan diri dan meraih pengalaman berharga di kancah internasional.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi AHM, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.
Dukungan penuh dari AHM dan masyarakat Indonesia diharapkan dapat terus memacu semangat para pembalap muda ini untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

