Sementara itu, sebanyak 1.595 pelanggaran ditindak tegas melalui sistem ETLE statis, menjaring pelanggar yang terekam oleh kamera pengawas.
Total lebih dari 5.700 pelanggaran telah ditangani oleh petugas, mencerminkan intensitas operasi dan masih tingginya tingkat pelanggaran yang harus terus menjadi perhatian bersama.
Angka ini menunjukkan bahwa edukasi dan penindakan masih sangat relevan untuk mengubah perilaku berkendara demi keselamatan semua pihak.
Pendekatan preemtif dan preventif juga diwujudkan melalui edukasi terbuka di lapangan, bertujuan untuk membangun kesadaran berlalu lintas yang berkelanjutan di kalangan masyarakat Depok.
Operasi Patuh Jaya 2025 ini tidak hanya dilaksanakan di Depok, tetapi merupakan bagian dari strategi nasional yang digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ini menunjukkan upaya kolektif kepolisian untuk menciptakan budaya tertib di jalan raya secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Program-program seperti ini sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya disiplin di jalan, mengingat dampak fatal yang bisa ditimbulkan oleh satu pelanggaran.
Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat untuk terus mematuhi peraturan lalu lintas, tidak hanya selama periode operasi berlangsung, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di jalan.
Kepatuhan terhadap aturan adalah kunci utama untuk menekan angka kecelakaan dan menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.
Pelanggaran lalu lintas di Depok yang tinggi ini menjadi pengingat bahwa edukasi dan penegakan hukum harus terus berjalan seiringan demi masa depan yang lebih tertib di jalan raya.
Dengan partisipasi aktif masyarakat, visi untuk jalan raya yang aman dan bebas kecelakaan dapat terwujud secara optimal, mendukung mobilitas yang lebih baik bagi seluruh warga kota Depok dan sekitarnya.

