Bensin yang telah bercampur Solar akan memiliki titik nyala yang berbeda dan tidak sesuai dengan rancangan mesin bensin.
Campuran ini akan membuat bahan bakar lebih sulit terbakar oleh percikan busi.
Akibatnya, proses pembakaran menjadi tidak sempurna atau bahkan gagal total.
Mesin akan kehilangan tenaga, bergetar dan pada akhirnya berhenti total.
Inilah yang menjadi penyebab utama motor mogok karena salah jenis BBM.
Selain itu, kandungan Solar yang lebih kental dan memiliki viskositas tinggi akan menyulitkan sistem injeksi motor bensin untuk menyemprotkan bahan bakar secara halus.
Semprotan bahan bakar yang tidak merata akan mengurangi efisiensi dan merusak komponen-komponen yang sangat sensitif.
Mengapa Motor Mogok Karena Salah Jenis BBM?
Dampak dari bahaya Pertalite campur solar tidak hanya sebatas mesin mogok, tetapi juga merusak banyak komponen krusial pada mesin.
Berikut adalah 7 efek teknis yang bisa terjadi:
- Kerusakan Sistem Bahan Bakar:
Solar memiliki kandungan sulfur dan senyawa lain yang dapat mengendap dan menyumbat saluran bahan bakar, filter dan yang paling parah, injektor.
Injektor adalah komponen presisi yang sangat sensitif terhadap kotoran dan penyumbatan ini bisa merusak injektor secara permanen, memerlukan biaya perbaikan yang mahal. - Kerusakan Pompa Bensin:
Viskositas (kekentalan) Solar yang lebih tinggi daripada bensin akan membebani kerja pompa bensin.
Pompa bensin akan bekerja lebih keras dari seharusnya, menyebabkan kelebihan panas dan mempercepat keausan komponen internal, yang pada akhirnya bisa membuatnya rusak total. - Masalah pada Ruang Bakar dan Piston:
Pembakaran yang tidak sempurna akan meninggalkan endapan karbon yang tebal pada piston dan katup.
Endapan ini bisa mengikis dinding silinder, mengurangi kompresi dan menurunkan performa mesin secara drastis.
Kerusakan mesin motor yang tercampur solar dapat menyebabkan pitting atau bopeng pada kepala piston, yang bisa menyebabkan kebocoran kompresi dan kerusakan parah lainnya. - Kerusakan Busi:
Busi yang dirancang untuk membakar bensin tidak akan mampu membakar campuran Solar secara efisien.
Akibatnya, busi akan cepat kotor dan mati, yang merupakan salah satu alasan utama mengapa motor tidak bisa menyala. - Kerusakan Sensor Oksigen:
Gas buang yang dihasilkan dari pembakaran campuran ini akan memiliki kandungan berbeda dan dapat merusak sensor oksigen (O2).
Sensor ini berperan penting dalam mengatur campuran udara dan bahan bakar, serta kerusakannya dapat memicu lampu indikator mesin menyala dan mengganggu performa secara keseluruhan. - Kerusakan O-ring dan Seal:
Solar memiliki sifat kimia yang lebih agresif terhadap bahan-bahan elastis seperti karet dan plastik dibandingkan bensin.
Penggunaan Solar dalam sistem bahan bakar motor bensin dapat menyebabkan O-ring dan seal pada saluran bahan bakar mengembang, melunak atau bahkan hancur, yang berujung pada kebocoran dan kerusakan sistem. - Kerusakan Katalitik Konverter:
Pembakaran campuran Solar dan Pertalite yang tidak sempurna akan menghasilkan gas buang dengan emisi yang tidak normal.
Sisa-sisa partikel yang tidak terbakar ini dapat menyumbat dan merusak katalitik konverter, komponen penting yang berfungsi mengurangi polusi.
Kerusakan ini tidak hanya membuat motor tidak lolos uji emisi, tetapi juga dapat memicu back pressure yang merugikan performa mesin.
Insiden motor mogok karena salah jenis BBM ini menjadi pengingat yang sangat kuat bagi kita semua tentang pentingnya kualitas BBM.
Selalu pastikan Anda mengisi bahan bakar sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan motor Anda untuk menjaga performa, efisiensi dan umur panjang mesin.

