BIKERSEXPERT.COM – Setelah sesi tes perdana di lintasan balap terbaru yang akan menjadi bagian dari kalender World Superbike (WSBK) 2025, kritik Sirkuit Balaton Park WSBK pun bermunculan dari para pembalap.
Para pembalap top dari berbagai tim turut serta untuk merasakan langsung aspal baru di jantung Hungaria tersebut.
Kesan pertama pembalap WSBK di Balaton Park Circuit cenderung beragam, dengan banyak yang merasa bingung dan kurang yakin terhadap potensinya.
Publik menantikan rilis resmi mengenai kesan pertama pembalap WSBK setelah sesi tes awal di Hungaria itu.
Diskusi seputar karakter sirkuit ini menjadi sorotan utama, memunculkan pertanyaan besar tentang bagaimana Balaton Park akan diterima di tengah kerasnya persaingan kelas world superbike, menjadi perdebatan hangat di paddock dan di kalangan penggemar balap motor.
Reaksi Awal dan Kritik Sirkuit Balaton Park WSBK
Pengujian di Sirkuit Balaton Park mengungkap beragam komentar dari para pembalap dan banyak di antaranya tidak terlalu positif.
Kritik Sirkuit Balaton Park WSBK menjadi sorotan utama setelah para pembalap menjajal lintasan baru tersebut. Andrea Iannone, pembalap Team GoEleven Ducati, secara terang-terangan menyatakan kebingungannya terhadap tata letak sirkuit.
“Saya tidak mengerti sirkuit ini sama sekali,” ungkap Iannone, menyoroti kurangnya alur atau flow yang diharapkan dari sebuah lintasan balap kelas dunia yang ideal.
Menurutnya, sirkuit ini terasa seperti gabungan dari berbagai tikungan yang tidak saling terhubung, menjadikannya terasa stop-and-go dan kurang mengalir, secara signifikan mengurangi dinamika balap.
Banyak pembalap top menyuarakan kirtik Sirkuit Balaton Park WSBK yang tajam terkait flow dan lebar trek yang sempit.
Komentar serupa juga datang dari juara dunia WSBK 2021, Toprak Razgatlioglu dari tim ROKiT BMW Motorrad.
Pembalap Turki itu menyebut Balaton Park “sangat aneh” dan mengakui bahwa dia belum sepenuhnya menemukan ritme yang pas di trek yang sempit ini.
Beberapa rider profesional berpendapat bahwa desain trek balap kurang optimal untuk persaingan WSBK yang ketat, terutama karena terasa stop-and-go tanpa alur yang jelas.
Keterbatasan lebar lintasan menjadi keluhan umum lainnya yang bisa membatasi aksi dan kebebasan bermanuver.
Alvaro Bautista, juara bertahan dari Aruba.it Racing Ducati, turut mengungkapkan kekhawatiran serupa, membayangkan potensi insiden akibat minimnya ruang untuk overtaking atau manuver berisiko.

