BIKERSEXPERT.COM – Sesi free practice hari Jumat, 19 Juli 2025 pada MotoGP Ceko 2025 yang berlangsung pada Sirkuit Brno di Ceko telah menghasilkan hasil latihan MotoGP Brno 2025 yang mengejutkan, dengan Marc Marquez di latihan Brno memuncaki perolehan catatan waktu tercepat.
Meski kondisi trek MotoGP Brno sangat menantang dan basah, juara dunia delapan kali itu menunjukkan dominasinya, menetapkan panggung menarik untuk kualifikasi MotoGP Brno yang akan datang.
Dominasi Marc Marquez di Hasil Latihan MotoGP Brno 2025
Marc Marquez di latihan Brno membuktikan mengapa Ia menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan, meskipun sesi latihan sore sempat tertunda.
Pembalap Ducati Lenovo dengan motor GP25 miliknya ini mencatatkan waktu 2 menit 3,935 detik, menempatkannya di posisi teratas dengan keunggulan 0,469 detik dari Johann Zarco dari tim Castrol Honda LCR di posisi kedua.
Fabio Quartararo dari tim Monster Yamaha menempati posisi ketiga dengan selisih 0,530 detik.
Menariknya, Marquez juga menjadi yang tercepat di sesi free practice 1 (FP1) pagi hari, meskipun melewatkan sebagian besar sesi karena masalah teknis pada motornya.
Ia mampu mengatasi gremlins teknis dan mencatat waktu 1 menit 54,606 detik di FP1.
Kecepatan dan adaptasi Marquez di berbagai kondisi lintasan memang luar biasa, memberinya kepercayaan diri penuh menuju sesi penentu.
Kondisi Trek MotoGP Brno dan Tantangan Pembalap Lain
Sesi latihan hari Jumat yang berlangsung pada sirkuit Brno di Ceko diwarnai oleh cuaca yang berubah-ubah.
Setelah lintasan mengering di FP1, hujan deras memaksa sesi latihan Moto2 sore ditunda dan menunda sesi kelas utama selama 20 menit.
Meskipun kondisi trek Brno terus membaik sepanjang sesi sore, tidak ada pembalap yang berani mengambil risiko menggunakan ban slick, meski waktu putaran menunjukkan hal itu mungkin bisa dilakukan di sepuluh menit terakhir.
Keputusan untuk tetap menggunakan ban basah menunjukkan kehati-hatian para tim di tengah kondisi yang masih belum sepenuhnya stabil, dengan beberapa bagian trek tetap basah dan licin.
Perpaduan antara kelembaban dan grip yang terbatas membuat setiap lap menjadi ujian sesungguhnya bagi konsentrasi dan keterampilan pembalap.
Beberapa pembalap menghadapi tantangan signifikan.
Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) harus berjuang keras dan berada di posisi ke 13, gagal masuk langsung ke Q2.

