BIKERSEXPERT.COM – Hasil JuniorGP Magny-Cours 2025 seri ketiga yang digelar pada Minggu, 6 Juli 2025, menyajikan drama intens dan hasil yang tidak terduga. Kondisi lintasan yang basah sejak awal menjadi faktor krusial yang memengaruhi jalannya balapan.
Awalnya, balapan dipangkas dari 15 lap menjadi 10 lap sebagai antisipasi kondisi cuaca.
Namun, serangkaian insiden di Magny-Cours akhirnya memaksa Race Direction untuk mengambil keputusan lebih lanjut, mengakhiri balapan setelah hanya delapan lap karena pengibaran bendera merah.
Peristiwa ini tidak hanya memengaruhi hasil akhir tetapi juga menyoroti performa para pembalap muda, termasuk perwakilan Indonesia, Veda Ega Pratama.
Sejak lampu hijau menyala, persaingan di JuniorGP Magny-Cours 2025 langsung memanas.
Para pembalap saling berebut posisi di tengah lintasan yang licin.
Brian Uriarte, pemegang posisi pole, berusaha keras mempertahankan keunggulannya.
Namun, tantangan kondisi lintasan terbukti sangat berat.
Uriarte sendiri mengalami kecelakaan di lap kedua, meskipun Ia berusaha keras untuk melanjutkan balapan.
Tak hanya Uriarte, beberapa pembalap lain juga menghadapi kesulitan serupa, dengan sejumlah insiden high-side crash terjadi di berbagai sektor sirkuit.
Kondisi ini membuat lintasan menjadi tidak aman dan memaksa Race Direction untuk bertindak cepat demi keselamatan para peserta.
Penyebab Red Flag JuniorGP 2025 dan Kecelakaan Fatal
Puncak dari insiden di Magny-Cours adalah kecelakaan di JuniorGP Magny-Cours 2025 yang melibatkan pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Insiden ini terjadi di sektor 3 sirkuit, tepatnya di Tikungan 13, saat Danish kehilangan kendali atas motornya.
Ia terjatuh setelah mencoba melewati pembalap di depannya.
Kecelakaan ini cukup serius sehingga mengharuskan penanganan segera dari tim medis dan membuat motornya sulit untuk dihidupkan kembali.
Melihat kondisi lintasan yang semakin tidak aman dan adanya pembalap yang terjatuh, bendera merah pun dikibarkan dengan sisa dua lap.
Ini menjadi penyebab red flag JuniorGP 2025 yang utama.

