Pencapaian back-to-back podium ini menjadi bukti nyata dari konsistensi yang membuatnya berbeda dari pembalap-pembalap muda lainnya.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran penting Astra Honda di IATC.
Dukungan penuh dari program pembinaan yang terstruktur dan intensif telah mengantarkan pembalap binaan Astra Honda ini pada performa terbaiknya.
Prestasi Pembalap Indonesia di IATC dan Dampak Positifnya
Meskipun pemenang IATC Malaysia 2025 pada akhirnya didominasi oleh pembalap dari negara lain, pencapaian M. Badly Ayatullah memiliki makna yang lebih dalam.
Keberhasilannya dalam mengalahkan pembalap dari negara-negara lain di podium, menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dan tidak hanya menjadi pelengkap.
Ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan balap motor di tanah air.
Setelah balapan, Badly mengungkapkan, “Pada race kedua, saya sempat tertinggal karena ada rider yang jatuh di depan saya.
Tapi saya tetap fokus dan berusaha menjaga ritme balap. Saya senang bisa kembali meraih podium dan mendapatkan banyak pelajaran berharga di seri ini.”
Berkat pencapaian gemilang ini, Badly kini mengoleksi 65 poin dan naik ke posisi keempat klasemen sementara IATC 2025.
Davino dan Nelson menyusul di posisi ke-12 dan ke-13, sementara Alvaro berada di posisi ke-22.
Prestasi pembalap Indonesia di IATC ini memiliki dampak positif yang luas.
Selain menjadi kebanggaan nasional, keberhasilan ini diharapkan bisa meningkatkan minat anak muda Indonesia untuk menekuni dunia balap secara profesional.
Dengan adanya pembalap-pembalap muda yang berprestasi, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi talenta-talenta baru yang bisa mengharumkan nama bangsa di masa depan.
Keberhasilan Badly di Malaysia hanyalah awal dari perjalanan panjang yang penuh harapan, yang berawal dari hasil IATC Malaysia 2025 yang memukau ini.
Putaran keempat IATC 2025 dijadwalkan berlangsung di Mobility Resort Motegi, Jepang, pada bulan September mendatang.

