Sport
Beranda » Berita » Fabio Quartararo & Krisis Grip Yamaha di Mugello: Performa Anjlok Drastis

Fabio Quartararo & Krisis Grip Yamaha di Mugello: Performa Anjlok Drastis

Fabio Quartararo MotoGP Mugello 2025
Fabio Quartararo di MotoGP Mugello 2025

“Kami tidak bisa mencetak waktu putaran yang bagus, dan feeling motornya benar-benar berbeda, sungguh, ini adalah sebuah bencana.”

Laju balap Quartararo menurun drastis secara signifikan di putaran-putaran akhir balapan.

Catatan waktu per putarannya melambat hingga berada di rentang 1 menit 49 detik.

“Secara fisik, saya sudah kehabisan tenaga” pengakuannya dengan jujur.

“Enam putaran terakhir saya melaju di 1 menit 49 detik, jadi saya tahu pembalap lain datang dan akan menyalip, tetapi saya lebih memilih untuk melambat karena saya tidak bisa mengerem dengan baik lagi.”

Suzuki DR-Z4SM di IIMS 2026 Menjadi Primadona Baru Pecinta Supermoto Indonesia

Ia bahkan harus rela disalip oleh pembalap Pramac Yamaha Miguel Oliveira menjelang garis finis, sementara rekan setimnya, Alex Rins finis dua detik lebih di belakangnya.

Fakta paling mengejutkan yang menjadi sorotan adalah posisi mereka hanya ada “dua pembalap penguji dan satu rookie” yang finis di belakang trio M1, yaitu Takaaki Nakagami (Honda), Lorenzo Savadori (Aprilia) dan Somkiat Chantra (Honda).

Sementara Jack Miller dari tim lain terpaksa mundur karena masalah kopling.

Ini menunjukkan betapa parahnya penurunan daya saing Yamaha di kondisi sulit.

Realita Pahit dan Tuntutan Perubahan dari Sang Juara

Situasi yang memprihatinkan ini mendorong Quartararo untuk menuntut evaluasi besar dan jawaban konkret dari timnya.

Keberhasilan Kolaborasi IIMS 2026 Buktikan Kekuatan Ekosistem Otomotif Nasional

“Jadi kami harus bertanya pada diri sendiri dan melihat apa yang bisa kami lakukan,” tegasnya dengan nada yang penuh harapan akan perubahan.

“Karena ketika kondisi sedikit lebih sulit, selisih waktu dengan yang lain benar-benar berbeda dan itu tidak bisa diterima.”

Meskipun Quartararo telah mengejutkan banyak pihak dengan torehan pole position di beberapa seri awal dan bahkan podium di Jerez, serta sempat memimpin balapan Silverstone sebelum Aragon, Ia tak menyangka penurunan performa ini akan begitu parah di lintasan yang sebelumnya selalu menjadi kekuatannya.

“Saya tidak menyangka bisa sejauh ini di balapan-balapan seperti ini, di lintasan yang pada dasarnya saya selalu cepat, seperti di sini,” pungkasnya.

Performa buruk di Mugello ini menjadi sinyal bahaya bagi Yamaha dan Quartararo, membutuhkan respons cepat dan solusi mendasar atas masalah grip yang fundamental jika mereka ingin kembali bersaing di barisan depan MotoGP.

Penghargaan Motor IIMS 2026 Diberikan sebagai Apresiasi untuk Inovasi Terbaik

Laman: 1 2