Jarak pengereman yang sangat pendek, yaitu 246 meter, memaksa pembalap mengerahkan gaya luar biasa pada tuas rem.
Deselerasi ini menghasilkan dampak puncak 1,5G, tekanan cairan rem mencapai 11,3 bar dan suhu piringan cakram karbon melonjak hingga 630°C.
Untuk mengatasi kondisi ekstrem ini, penggunaan piringan rem berukuran 355mm diwajibkan di sirkuit Red Bull Ring.
Faktor Kunci di Balik Tantangan Pengereman: Dari Ducati hingga Inovasi Dovizioso
Beban kumulatif yang diberikan pada tuas rem depan selama Grand Prix 28 lap bisa mencapai 1,1 ton.
Angka ini menggambarkan tekanan dan ketahanan fisik luar biasa yang dibutuhkan seorang pembalap profesional.
Fakta ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Red Bull Ring sangat bersahabat dengan motor Ducati.
Sejak sirkuit ini kembali ke kalender MotoGP pada tahun 2016, Ducati telah mendominasi dengan memenangkan 11 dari 13 balapan, termasuk Sprint.
Prestasi ini menunjukkan bahwa karakter motor Ducati, yang kuat dalam akselerasi dan pengereman, sangat cocok dengan tata letak sirkuit ini.
Tiga dari kemenangan tersebut dicatatkan oleh Andrea Dovizioso, yang meraih kemenangan MotoGP terakhirnya di sini pada tahun 2020.
Dovizioso sendiri memiliki pengaruh besar terhadap teknik pengereman MotoGP.
Ia dikenal mempopulerkan penggunaan rear-thumb brake atau rem jempol belakang, sebuah inovasi yang sangat berguna.
Dovi menggunakan thumb brake ini untuk tikungan kanan, di mana akan sulit mengoperasikan rem kaki konvensional saat motor berada dalam sudut kemiringan yang maksimal.
Inovasi ini memungkinkan pembalap menyeimbangkan motor dan mengendalikan pengereman belakang secara lebih efektif, terutama saat motor sedang miring.
Adaptasi gaya pengereman MotoGP ini kini mulai diadopsi banyak pembalap lain seiring meningkatnya sudut kemiringan menikung di MotoGP.
Kontribusi teknis dari Andrea Dovizioso ini, baik melalui performanya maupun inovasinya, menjadikan perannya di dunia balap sangat berharga.
Dominasi Ducati dan inovasi pengereman Dovi menunjukkan sinergi antara motor dan pembalap yang menjadi kunci menaklukkan sirkuit Red Bull Ring.

