Ajang balap motor ini menjadi wadah bagi pembalap muda Indonesia untuk mengasah bakat mereka di lintasan berstandar dunia.
Selain menjadi sarana pembibitan atlet balap, acara ini juga menawarkan hiburan balap yang kompetitif bagi penonton.
Penyelenggaraan event ini, bersama dengan event-event lainnya, telah menyerap ribuan tenaga kerja dari masyarakat NTB, mulai dari manajemen acara hingga sektor pendukung.
Semua ini menjadi bukti bahwa event di Mandalika 2025 bukan hanya soal hiburan, tetapi juga pemicu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Mandalika: Lebih dari Sekadar Sirkuit, Menuju Sport Tourism Unggulan Indonesia
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan di bulan September ini menjadi bukti nyata bahwa Sirkuit Mandalika semakin hidup dan inklusif.
Menurutnya, Mandalika tidak hanya berperan sebagai tuan rumah ajang balap internasional seperti MotoGP atau World Superbike, tetapi juga sebagai destinasi multi-event yang terbuka untuk berbagai jenis kegiatan, termasuk olahraga massal dan komunitas otomotif.
“Agenda September 2025 menunjukkan bahwa Mandalika semakin hidup dan inklusif. Ada event otomotif, olahraga lari massal, hingga kejuaraan balap motor,” ujar Priandhi Satria.
“Semua ini membuktikan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya milik motorsport, tetapi juga untuk masyarakat luas dan mendukung pariwisata Mandalika,” lanjut Priandhi Satria.
Ia juga menambahkan bahwa keberagaman acara yang digelar di Mandalika ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Sektor perhotelan, restoran, hingga penyedia jasa transportasi dan UMKM merasakan dampak ekonomi sirkuit Mandalika secara langsung dari kehadiran ribuan pengunjung.
“Kami di MGPA ingin memastikan bahwa setiap event yang digelar tidak hanya memberikan pengalaman terbaik bagi peserta dan penonton, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian local, Mandalika bukan hanya sirkuit, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan sport tourism Indonesia,” tambah Priandhi Satria.
Dengan adanya Mini Jaksel, Pocari Sweat Run Lombok, dan Mandalika Racing Series, bulan September di Mandalika menjadi periode yang penuh warna, yang secara strategis dibangun untuk memaksimalkan dampak ekonomi sirkuit Mandalika.
Kolaborasi antara penyelenggara, MGPA dan masyarakat sekitar menjadi kunci sukses setiap acara, memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat kegiatan internasional.
Deretan acara ini tidak hanya menegaskan eksistensi Mandalika sebagai tuan rumah event global, tetapi juga memperkuat perannya sebagai motor penggerak pariwisata NTB.
Seperti yang disampaikan Priandhi Satria, Mandalika kini semakin memantapkan diri sebagai destinasi sport pariwisata Indonesia di kancah dunia, sekaligus menjadi salah satu destinasi utama yang dicari di Google berkat berbagai acara di sirkuit Mandalika yang memikat.

