Setelah itu, mereka akan melewati Jembatan Primaya, lalu ke Jalan Letkol Moefreni Moe’min.
Dari sana, mereka dapat kembali menuju Jakarta dengan perjalanan yang lebih lancar.
Rute alternatif juga tersedia bagi pengendara yang ingin menuju Grand Metropolitan dan M-Gold.
Mereka dapat melewati Jalan Villa Raya dan Jembatan Villa Raya menuju Jalan KH Noer Alie.
Kemudian selanjutnya melewati Jembatan Primaya dan Jalan Letkol Moefreni Moe’min yang panjang.
Setelah itu, pengendara dapat masuk melalui Akses Grand Avenue untuk mencapai tempat tujuan mereka.
Arah dari Jakarta menuju Bekasi tidak mengalami perubahan jalur lalu lintas seperti jalur lain.
Namun, pengendara tetap harus mengikuti jalur contraflow dari Jembatan Primaya hingga Jembatan Villa Baru.
Petugas mengarahkan pengendara yang keluar dari Tol Barat 3 agar mereka putar balik di area Jembatan Lagoon.
Layanan bus gratis BISKITA juga tetap beroperasi normal seperti biasa.
Titik naik dan turun bus gratis ini berada di area shuttle bus Grand Metropolitan.
Imbauan Keselamatan dan Pelayanan Publik
Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub, Teguh Indrianto, menyatakan pihaknya akan terus memantau kondisi lapangan secara rutin setiap hari.
Pihaknya juga akan menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas jika kondisi di lapangan sangat memerlukan penyesuaian yang cepat.
Petugas akan terus melakukan pengaturan yang intensif secara berkala dan konsisten.
Tujuannya agar arus lalu lintas di kawasan tersebut dapat tetap berjalan lancar dan aman.
Petugas menghimbau masyarakat dan pengguna jalan agar mematuhi semua rambu lalu lintas yang telah tersedia.
Petugas sudah menyebarkan informasi detail mengenai rute alternatif melalui akun media sosial resmi.
Zeno Bachtiar menegaskan bahwa masyarakat wajib berhati-hati saat melintas di area contraflow Kalimalang Bekasi.
Mereka harus mengikuti petunjuk dan arahan petugas demi menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

